Gubernur Kaltim ke Maroko, Hadiri MTQ Internasional hingga Buka Peluang Kerja Sama
KLIKSAMARINDA – Saat ini Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud bersama rombongan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim tengah melakukan lawatan ke negara Maroko.
Rombongan menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Maroko, Selasa, 26 Agustus 2025. Kehadiran delegasi Kaltim ini sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam mendukung syiar Al-Qur’an di kancah dunia.
Pembukaan MTQ Internasional diawali sambutan Menteri Agama Maroko yang menegaskan pentingnya ajang ini sebagai wadah mempererat persaudaraan umat Islam serta menjaga kemurnian ajaran Al-Qur’an.
Selanjutnya, Ketua Dewan Juri MTQ memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dalam menghidupkan syiar Al-Qur’an. Acara pembukaan semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari internasional.
Pada kesempatan ini, Kaltim mengirim Ahmad Fadhil sebagai delegasi Indonesia. Fadhil akan berlaga pada cabang Tahfiz 5 Juz dan Tilawah.
Ia sebelumnya meraih Juara 1 MTQ Nasional ke-30 di Kaltim. Diharapkan, prestasinya mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Kami bangga bisa mengirim Ahmad Fadhil sebagai wakil Kaltim dan Indonesia di MTQ Internasional ini. Prestasi beliau di tingkat nasional menjadi modal berharga, dan kami optimis Fadhil dapat tampil terbaik di panggung dunia,” ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, dikutip dari Adpimprov, Rabu 27 Agustus 2025.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini Anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah, Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni, Wakil Ketua LPTQ Kaltim Dasmiah, Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq, serta pelatih dan official.
Usai menghadiri MTQ, rombongan Gubernur Kaltim melanjutkan kunjungan ke Universitas Mohammed VI di Rabat. Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan pihak universitas.
“Terima kasih kepada Universitas Mohammed VI yang telah menerima kunjungan kami. Ini sebuah kehormatan, sekaligus peluang menjalin hubungan lebih erat antara Kaltim, Indonesia, dan Maroko,” ujarnya.
Diskusi dengan pihak universitas membahas sejarah kampus yang dikenal sebagai pusat studi Islam modern di Maroko serta peluang kerja sama dengan Kaltim. Rudy Mas’ud menilai banyak kesamaan antara Maroko dan Indonesia dalam mengembangkan pendidikan Islam moderat.
Kunjungan Gubernur Kaltim ke Maroko ini diharapkan membuka jalan bagi kerja sama pendidikan, khususnya melalui program Gratispol Pemprov Kaltim yang memberi kesempatan putra-putri daerah melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, bahkan ke tingkat internasional. (Adv/Diskominfo Kaltim)



